Jumat, 24 Agustus 2012

bertanyalah ?

Kadang kita sering kali malu untuk bertanya. Entah takut dibilang bodohlah, sok tau, mau tau urusan orang lain, dan beragam macam alasan lainnya. Padahal sesungguhnya, dengan bertanya orang bisa tau, dengan bertanya orang akan semakin paham, dan dengan bertanya pula pengetahuan yang ditanya dan yang bertanya akan semakin baik. 

Saya jadi teringat kepada seseorang yang mengajarkan kepada saya mengenai pentingnya arti bertanya. Disuatu kesempatan beliau pernah berbagi pengalaman unik sewaktu bertemu dengan koleganya, beliau sebagai seorang pengusaha sekaligus pendidik ini sempet membuat ketar ketir koleganya yang juga seorang pengusaha yang dimintai tolong oleh beliau untuk menampung murid didikannya praktek kerja lapangan. kata sang kolega; "baru kali ini saya diserbu ratusan pertanyaan oleh anak-anak PKL, dan yang uniknya pertanyaannya sangat diluar kebiasaan, karena sampai-sampai saya harus mengumpulkan staf terbaik saya untuk ikut menjawab pertanyaan yang saya sendiri tidak pertah membayangkannya sebelumnya selama saya berkecimpung didunia usaha.
Telisik punya telisik, ternyata sekolah beliau memang mengajarkan kurikulum leadership yang salah satu elemennya adalah Learning to learn atau proses belajar, sebuah metode dimana mereka diminta untuk mendapatkan pengetahuan melalui proses bertanya. bertanya kepada orang yang ahlinya, bertanya lewat buku, bertanya lewat pengamatan dan eksperimen. hasil akhirnya adalah rangkuman dari beberapa jawaban yang sekiranya bisa dipercaya untuk ditarik sebuah kesimpulan.   
Contoh sederhana-nya adalah, kita bisa menjadi dokter kuping setelah kita bertanya kepada 3 atau lebih dokter kuping, beberapa literasi obat dan apoteker serta kandidat yang bisa dijadikan kelinci percobaan. 
Dan yang membuat sang kolega tertawa terbahak-bahak adalah, ketika beliau sedikit memberi bocoran mengapa anak peserta didiknya begitu hebat menyerangnya dengan pertanyaan yang juga ajaib adalah: sebelum berangkat magang, mereka dibekali PR berupa tulisan, bagaimana jika kalian diberikan kesempatan menjadi seorang pengusaha seperti pemilik perusahaan tempat mereka magang. bagaimana usaha kalian merintisnya mulai dari awal sampai bisa besar bahkan bisa lebih besar dari perusahaan tempat mereka magang tersebut. 
Dan kata kunci pertanyaannya; seandainya mereka diberi kesempatan bertatap muka dengan pemiliknya, yang harus kalian dapatkan jawabannya antara lain adalah;
1. bahan baku
2. proses produksi (mulai dari bahan mentah sampai siap jual)
3. marketing
4. riset n pengembangan

pantas aja untuk seorang anak SMEA ko pertanyaannya komplit dan mendetail, sampai-sampai sang kolega harus mengajak staf terbaiknya mulai dari manager produksi, operator mesin,  bagian keuangan, pemasaran, divisi maintenance dsb.untuk turut menjawab. Bahkan sopir perusahaan yang juga merangkap sebagai sales harus rela menunda keberangkatannya selama beberapa jam hanya untuk menjelaskan proses marketing kepada mereka. 
Gimana engga, wong pertanyaannya, "bagaimana sebuah produk siap jual mulai dari bahan mentah sampai proses pengemasan, berapa mesin yang diperlukan, berapa harga mesinnya, belinya dimana, bagaimana menghitung biaya penyusutannya, perawatannya, komponen apa saja yang harus sering diperhatikan, biaya listriknya, bagaimana menghitung cost produksi per satuan produk

Semoga, beliau diberikan umur yang panjang dan dalam keadaan sehat, agar kemuliaannya bisa dirasakan oleh lebih banyak orang lagi..