Kumpulan Poster Keren Indonesia
Selasa, 19 Januari 2016
Kamis, 07 Mei 2015
We Are One
Bukan dua namanya klo tidak melewati satu. Menjadi sebegitu maha pentingnya angka ini sampai-sampai semua orang seakan berebut untuk mendapatkannya. Menjadi yang nomer satu, berarti menjadi yang terbaik diantara yang unggul. Angka satu menjadi begitu penting adanya karena tampa angka satu rasanya ada sesuatu yang hilang dalam hidup.
Begitu juga jika kita sudah memilih memakai sebuah tagline We are One, kita semua ada dalam satu pesawat, satu arah dan tujuan yang satu dan untuk meraih posisi menjadi sang nomer satu.
Yaaaa tapi kembali lagi dengan kenyataan dilapangan. Itukan cuma teorinya, dan itu juga baru wacana. semoga saja disini berbeda dengan disana.
1 VISI,
1 MISI,
1 Gedung
........ beda lantai beda akses he..he..

Link: http://posterindonesia.blogspot.co.id/
Begitu juga jika kita sudah memilih memakai sebuah tagline We are One, kita semua ada dalam satu pesawat, satu arah dan tujuan yang satu dan untuk meraih posisi menjadi sang nomer satu.
Yaaaa tapi kembali lagi dengan kenyataan dilapangan. Itukan cuma teorinya, dan itu juga baru wacana. semoga saja disini berbeda dengan disana.
1 VISI,
1 MISI,
1 Gedung
........ beda lantai beda akses he..he..

Link: http://posterindonesia.blogspot.co.id/
Jumat, 14 September 2012
Jumat, 24 Agustus 2012
bertanyalah ?
Kadang kita sering kali malu untuk bertanya. Entah takut dibilang bodohlah, sok tau, mau tau urusan orang lain, dan beragam macam alasan lainnya. Padahal sesungguhnya, dengan bertanya orang bisa tau, dengan bertanya orang akan semakin paham, dan dengan bertanya pula pengetahuan yang ditanya dan yang bertanya akan semakin baik.
Saya jadi teringat kepada seseorang yang mengajarkan kepada saya mengenai pentingnya arti bertanya. Disuatu kesempatan beliau pernah berbagi pengalaman unik sewaktu bertemu dengan koleganya, beliau sebagai seorang pengusaha sekaligus pendidik ini sempet membuat ketar ketir koleganya yang juga seorang pengusaha yang dimintai tolong oleh beliau untuk menampung murid didikannya praktek kerja lapangan. kata sang kolega; "baru kali ini saya diserbu ratusan pertanyaan oleh anak-anak PKL, dan yang uniknya pertanyaannya sangat diluar kebiasaan, karena sampai-sampai saya harus mengumpulkan staf terbaik saya untuk ikut menjawab pertanyaan yang saya sendiri tidak pertah membayangkannya sebelumnya selama saya berkecimpung didunia usaha.
Telisik punya telisik, ternyata sekolah beliau memang mengajarkan kurikulum leadership yang salah satu elemennya adalah Learning to learn atau proses belajar, sebuah metode dimana mereka diminta untuk mendapatkan pengetahuan melalui proses bertanya. bertanya kepada orang yang ahlinya, bertanya lewat buku, bertanya lewat pengamatan dan eksperimen. hasil akhirnya adalah rangkuman dari beberapa jawaban yang sekiranya bisa dipercaya untuk ditarik sebuah kesimpulan.
Contoh sederhana-nya adalah, kita bisa menjadi dokter kuping setelah kita bertanya kepada 3 atau lebih dokter kuping, beberapa literasi obat dan apoteker serta kandidat yang bisa dijadikan kelinci percobaan.
Dan yang membuat sang kolega tertawa terbahak-bahak adalah, ketika beliau sedikit memberi bocoran mengapa anak peserta didiknya begitu hebat menyerangnya dengan pertanyaan yang juga ajaib adalah: sebelum berangkat magang, mereka dibekali PR berupa tulisan, bagaimana jika kalian diberikan kesempatan menjadi seorang pengusaha seperti pemilik perusahaan tempat mereka magang. bagaimana usaha kalian merintisnya mulai dari awal sampai bisa besar bahkan bisa lebih besar dari perusahaan tempat mereka magang tersebut.
Dan kata kunci pertanyaannya; seandainya mereka diberi kesempatan bertatap muka dengan pemiliknya, yang harus kalian dapatkan jawabannya antara lain adalah;
1. bahan baku
2. proses produksi (mulai dari bahan mentah sampai siap jual)
3. marketing
4. riset n pengembangan
pantas aja untuk seorang anak SMEA ko pertanyaannya komplit dan mendetail, sampai-sampai sang kolega harus mengajak staf terbaiknya mulai dari manager produksi, operator mesin, bagian keuangan, pemasaran, divisi maintenance dsb.untuk turut menjawab. Bahkan sopir perusahaan yang juga merangkap sebagai sales harus rela menunda keberangkatannya selama beberapa jam hanya untuk menjelaskan proses marketing kepada mereka.
Gimana engga, wong pertanyaannya, "bagaimana sebuah produk siap jual mulai dari bahan mentah sampai proses pengemasan, berapa mesin yang diperlukan, berapa harga mesinnya, belinya dimana, bagaimana menghitung biaya penyusutannya, perawatannya, komponen apa saja yang harus sering diperhatikan, biaya listriknya, bagaimana menghitung cost produksi per satuan produk"
Semoga, beliau diberikan
umur yang panjang dan dalam keadaan sehat, agar kemuliaannya bisa
dirasakan oleh lebih banyak orang lagi..
Minggu, 18 Juli 2010
'Mona Lisa Smile'
VIVAnews - Siapa yang tak terpesona dengan lukisan 'Mona Lisa Smile'? Sejumlah ilmuwan seni asal Prancis berhasil memecahkan sejumlah rahasia di balik pesona karya legendaris Leonardo da Vinci itu.Para pakar dari Pusat Penelitian dan Restorasi Museum Prancis itu menemukan bahwa lukisan da Vinci dilakukan dengan teknik lapis ekstratipis. Da Vinci menerapkan 30 lapisan untuk lukisannya yang mengagumkan. Setiap lapis hanya setebal 40 mikrometer, setengah dari ketebalan rambut.
"Teknik itu disebut sfumato," kat salah satu peneliti, Philippe Walter. Teknik itulah yang membuat da Vinci berhasil menciptakan ilusi dan bayangan menakjubkan dalam lukisannya.
Tak hanya lukisan 'Mona Lisa Smile', tim juga meneliti enam lukisan karya da Vinci lainnya yang seluruhnya tersimpan di museum Louvre. Penelitian dilakukan dengan teknis X-ray fluorescence spectroscopy untuk mempelajari lapisan cat dan komposisi kimianya.
Mereka membawa peralatan berteknologi tinggi itu ke museum saat tutup dan mengamati wajah potret ', yang merupakan simbol dari Sfumato. Proyek ini dikembangkan melalui kerjasama dengan European Synchrotron Radiation Facility di Grenoble.
"Sekarang kita bisa mengetahui campuran pigmen yang digunakan da Vinci untuk setiap lapisan lukisannya," kata Walter. "Dan, itu sangat, sangat penting untuk memahami teknik ini."
Analisis dari sejumlah lukisan itu mengungkap bahwa da Vinci terus mencoba metode baru dalam setiap karyanya. Dalam 'Mona Lisa Smile', da Vinci menggunakan oksida mangan untuk menciptakan dimensi. Ia juga menggunakan tembaga, bahkan glasir.
Catatan sejarah mengungkap, 'Mona Lisa Smile' adalah lukisan Lisa Gherardini, istri Francesco del Giocondo, seorang pedagang asal Florence. Da Vinci mulai melukis itu pada tahun 1503. Giorgio Vasari, pelukis abad ke-16 dan penulis biografi da Vinci dan seniman lainnya, menulis bahwa da Vinci menyempurnakan lukisan itu selama empat tahun. (Associated Press/adi)







